| Panorama Gunung Kerinci dari Tugu Macan, Desa Kersik Tuo |
Gunung
Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Sumatra dengan tinggi 3805 mdpl.
Terletak di sebelah barat tengah deretan pengunungan Bukit Barisan. Dalam data
yang telah ada di Gunung Kerinci dapat ditemukan sekitar 41 jenis burung dari
371 jenis yang telah tercatat di TNKS, 7 diantaranya termasuk dalam kategori
endemik. Burung-burung endemik yang terdapat di Gunung Kerinci antara lain Pitta schneider (paok schneider), Lophura inornata (abang pipi/sempidan sumatera), Polyplectron chalcurum (kuau kerdil sumatera), Cochoa beccarii (ciung mungkal sumatera), Myiophoneus melanurus (ciung batu sumatera), Napothera rufirectus (berencet dada-karat), Harpactes reinwardtii (kasumba ekor biru/ luntur gunung), Camprimulgus pulchellus (cabak gunung).
Menurut Laumonier (1994) hutan Gunung Kerinci sendiri dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa tipe ekosistem berdasarkan jenis pohon sesuai
elevasi sebagai berikut:
1. Hutan Perbukitan pada ketinggian
300-800 mdpl didominasi oleh pohon-pohon dari famili Dipterocarpaceae, Fagaceae,
dan Burceraceae dengan pohon yang dominan adalah Hopea beccariana di sebelah timur. Sebelah barat didominasi oleh
pohon-pohon dari famili Sterculiaceae;
2. Hutan Sub Montana pada ketinggian
800-1400 mdpl didominasi oleh famili Myrtaceae dan Fagaceae. Pada tipe hutan
ini tidak terdapat perbedaan yang nyata antara sisi barat, sisi timur, sisi
utara, dan sisi selatan;
3. Hutan Montana Rendah terdapat pada
ketinggian 1400-1900 mdpl didominasi oleh famili Fagaceae, Lauraceae, Theaceae,
Myrtaceae, dan sejumlah Sapotaceae. Tumbuhan bawah sangat kaya semak/herba dari
famili Myrsinaceae;
4. Hutan Montana Tengah pada ketinggian
1900-2400 mdpl didominasi oleh Podocarpus.
Kanopi memiliki tinggi 15-20 m, dan tersusun atas jenis-jenis quercus odocarpa, Vernonia arborea, Symingtonia
populnea, Drypetes subsymetrica, Gordonia buxyfolia, Weinmannia blumet, dan
Polysma integrifolia. Batang pohon
tertutup oleh lumut dan epifit. Lapisan kanopi bawah dicirikan oleh jenis-jenis
seperti Olea javanica, Archidendron
clypearia, Platea excels, Lithocarpus pseudomoluccus dan Myrsine hasetii. Dekat batas atas hutan
ini, sering terdapat kabut terus menerus, dan Bryophyta melimpah;
5. Hutan Montana Atas pada ketinggian
2400-2900 mdpl didominasi oleh Symplocus,
Myrsine, Ardisia, Meliosma
lanceolata, dan Cyathe tra Darchypoda;
6. Belukar Sub Alpine, pada ketinggian
2900 mdpl dan pada ketinggian di atasnya ditemukan belukar sub alpine (sub alpine thicket) yang didominasi oleh
Ericaceae (Rhododendron retusum, Vaccinum
miquellii, dan Gaultheri
nummularoides), Symplocacea (Symplocos
cochinchinensis).
Gunung Kerinci merupakan objek wisata alam dan wisata minat khusus yang sangat diminati. Wisatawan baik domestik maupun mancanegara kerap mengunjungi objek ini. Aktivitas wisatawan selain mendaki ke puncak gunung juga melakukan birdwatching. Ada juga yang khusus datang untuk memuaskan hobi fotografi. Bagi peminat birdwatching pada umumnya selalu ingin berjumpa dengan salah satu burung endemik yang langka, paok Schneider. Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Kerinci namun tidak ingin mendaki, dapat menikmati panorama Gunung Kerinci dari desa Kersik Tuo yang terletak di kaki Gunung Kerinci.
| Gunung Kerinci dari kebun teh, Desa Kersik Tuo |
| Fajar dari Tugu Macan, Desa Kersik Tuo |
| Bulan kesiangan di langit lereng Kerinci |
| Saat cuaca cerah puncak Gunung Kerinci tampak berasap |