Rabu, 28 Maret 2012


Panorama Gunung Kerinci dari Tugu Macan, Desa Kersik Tuo


Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Sumatra dengan tinggi 3805 mdpl. Terletak di sebelah barat tengah deretan pengunungan Bukit Barisan. Dalam data yang telah ada di Gunung Kerinci dapat ditemukan sekitar 41 jenis burung dari 371 jenis yang telah tercatat di TNKS, 7 diantaranya termasuk dalam kategori endemik. Burung-burung endemik yang terdapat di Gunung Kerinci antara lain Pitta schneider (paok schneider), Lophura inornata (abang pipi/sempidan sumatera), Polyplectron chalcurum (kuau kerdil sumatera), Cochoa beccarii (ciung mungkal sumatera), Myiophoneus melanurus (ciung batu sumatera), Napothera rufirectus (berencet dada-karat), Harpactes reinwardtii (kasumba ekor biru/ luntur gunung), Camprimulgus pulchellus (cabak gunung).

Menurut Laumonier (1994) hutan Gunung Kerinci sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe ekosistem berdasarkan jenis pohon sesuai elevasi sebagai berikut:
1.      Hutan Perbukitan pada ketinggian 300-800 mdpl didominasi oleh pohon-pohon dari famili Dipterocarpaceae, Fagaceae, dan Burceraceae dengan pohon yang dominan adalah Hopea beccariana di sebelah timur. Sebelah barat didominasi oleh pohon-pohon dari famili Sterculiaceae;
2.     Hutan Sub Montana pada ketinggian 800-1400 mdpl didominasi oleh famili Myrtaceae dan Fagaceae. Pada tipe hutan ini tidak terdapat perbedaan yang nyata antara sisi barat, sisi timur, sisi utara, dan sisi selatan;
3.      Hutan Montana Rendah terdapat pada ketinggian 1400-1900 mdpl didominasi oleh famili Fagaceae, Lauraceae, Theaceae, Myrtaceae, dan sejumlah Sapotaceae. Tumbuhan bawah sangat kaya semak/herba dari famili Myrsinaceae;
4.     Hutan Montana Tengah pada ketinggian 1900-2400 mdpl didominasi oleh Podocarpus. Kanopi memiliki tinggi 15-20 m, dan tersusun atas jenis-jenis quercus odocarpa, Vernonia arborea, Symingtonia populnea, Drypetes subsymetrica, Gordonia buxyfolia, Weinmannia blumet, dan Polysma integrifolia. Batang pohon tertutup oleh lumut dan epifit. Lapisan kanopi bawah dicirikan oleh jenis-jenis seperti Olea javanica, Archidendron clypearia, Platea excels, Lithocarpus pseudomoluccus dan Myrsine hasetii. Dekat batas atas hutan ini, sering terdapat kabut terus menerus, dan Bryophyta melimpah;
5.  Hutan Montana Atas pada ketinggian 2400-2900 mdpl didominasi oleh Symplocus, Myrsine, Ardisia, Meliosma lanceolata, dan Cyathe tra Darchypoda;
6.     Belukar Sub Alpine, pada ketinggian 2900 mdpl dan pada ketinggian di atasnya ditemukan belukar sub alpine (sub alpine thicket) yang didominasi oleh Ericaceae (Rhododendron retusum, Vaccinum miquellii, dan Gaultheri nummularoides), Symplocacea (Symplocos cochinchinensis).


Gunung Kerinci merupakan objek wisata alam dan wisata minat khusus yang sangat diminati. Wisatawan baik domestik maupun mancanegara kerap mengunjungi objek ini. Aktivitas wisatawan selain mendaki ke puncak gunung juga melakukan birdwatching.  Ada juga yang khusus datang untuk memuaskan hobi fotografi. Bagi peminat birdwatching pada umumnya selalu ingin berjumpa dengan salah satu burung endemik yang langka, paok Schneider. Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Kerinci namun tidak ingin mendaki, dapat menikmati panorama Gunung Kerinci dari desa Kersik Tuo yang terletak di kaki Gunung Kerinci.
Gunung Kerinci dari kebun teh, Desa Kersik Tuo

Fajar dari Tugu Macan, Desa Kersik Tuo

Bulan kesiangan di langit lereng Kerinci

Saat cuaca cerah puncak Gunung Kerinci tampak berasap


Chlorella vulgaris: Pesona Keindahan Rawa di Atas Tanah Kerinci

Chlorella vulgaris: Pesona Keindahan Rawa di Atas Tanah Kerinci: Rawa bento merupakan salah satu lahan basah yang unik di Sumatera dikarenakan letaknya yang berada pada ketinggian 1375 mdpl, dimana pad...